Penyebab Keputihan pada Ibu Hamil dan Bahayanya

Sumber: alodokter.com

Bagi perempuan, keputihan adalah hal yang sering terjadi. Bahkan keputihan ini
kadang sering dihiraukan oleh para wanita. Apa itu keputihan? Apa yang menjadi penyebab
keputihan? Dan seberapa berbahaya keputihan ini? Menurut klikdokter.com keputihan atau
leukhorrhea merupakan cairan yang umumnya berwarna putih dari vagina. Jenis keputihan ada dua,
yaitu normal dan abnormal. Keputihan normal adalah keputihan yang biasa terjadi pada wanita.
Cairan yang keluar biasanya merupakan cara vagina membersihkan dirinya. Keputihan normal juga
terjadi secara normal karena gejolak hormon di dalam tubuh dan tidak disertai dengan keluhan atau
gejala penyakit lainnya. Keputihan abnormal memiliki cairan yang berbeda, yaitu warna kuning,
hijau, atau coklat. Baunya amis dan disertai dengan rasa gatal atau perih pada vagina. Keputihan
abnormal biasanya cukup menganggu karena disertai dengan gejala lainnya. Sebenarnya keputihan
tidak berbahaya pada perempuan jika masih dalam kadar normal dan tidak disertai dengan gejala atau
keluhan penyakit lainnya. Namun, pada ibu hamil, keputihan dapat menjadi berbahaya.
Apa penyebab keputihan pada ibu hamil? Salah satu penyebab keputihan pada ibu hamil
adalah gejolak hormon yang belebihan sehingga vagina mengeluarkan cairan yang lebih banyak dari
biasanya. Vagina akan cenderung lembam dan ini adalah hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil
karena vagina yang lembab akan membuat risiko untuk terserang infeksi jamu akan semakin tinggi.
Ibu hamil juga akan terinfeksi jamur karena tingkat keasaman area intim yang menurun dan terjadi
peningkatan glikolen. Menurut alodokter.com penyebab keputihan lainnya pada ibu hamil adalah
leher rahim dan dinding vagina yang menjadi lebih lembut sehingga menyebabkan lendir vagina
menjadi lebih banyak.


Keputihan saat hamil umumnya merupakan kondisi yang normal, namun jika sudah berubah
warna dan timbulnya gejala tertentu maka hal tersebut dapat menjadi tanda dari sebuah infeksi.
Menurut alodokter.com keputihan saat hamil disebabkan peningkatan kadar estrogen dan aliran darah
ke vagina. Terkadang keputihan dapat berubah menjadi tanda terjadinya infeksi antara lain:
1. Infeksi jamur
Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron juga akan meningkatkan
pertumbuhan dari jamur yang tumbuh alami pada vagina atau yang disebut dengan
Candida. Gejala dari infeksi jamur adalah nyeri saat melakukan hubungan seksual,

vagina atau labia memerah dan mengkak, vagina terasa terbakar saat buang air kecil,
dan keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, berbau atau pun tidak.
2. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit yang
bernama trichomonas vaginalis. Bakteri penyebab penyakit ini hidup dalam vagina
dan ditularkan melalui hubungan seksual. Gejalanya yang muncul seperti cairan
berbusa berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk. Keluhan lainnya adalah rasa
gatal dan terbakar ketika sedang berhubungan seksual.
3. Vaginosis bakterialis
Vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya
keseimbangan flora normal dalam vagina. Penderita vaginosis bakterialis, jumlah
bakteri baik dalam vagina berkurang sehingga tidak mampu melawan infeksi. Infeksi
ini terjadi ketika perubahan hormon mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang
berlebihan dalam vagina. Ini akan mengakibatkan bayi terkahir prematur atau dengan
berat badan yang kurang. Gejalanya seperti keluarga cairan berwarna abu-abu
keputihan, nyeri saat buang air kecil dan gatal di sekitar vagina. Kondisi ini dapat
mereda dengan sendirinya, namun ada pula yang memerlukan pengobatan antibiotik.
Itulah penyebab keputihan pada ibu hamil dan bahayanya. Jika kamu merasa
terganggu atau khawatir dengan keputihan yang kamu alami, segera berkonsultasi dengan
dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.